Home

20170524_111757-01Hotel sudah terbayar, koper sudah siap, mendadak Pak Suami tidak bisa cuti. Dari sekian banyak rencana cadangan, akhirnya aku memilih untuk berangkat duluan saja, Mas Idho menyusul naik travel malamnya. Aku pikir, insya allah bisa lah 4 jam perjalanan bersama 3 balita.
Kami meninggalkan rumah pukul 7.30, untuk terlebih dahulu menemani Kakak sekolah. Saat kakak di kelas, si kembar yang biasanya makan siang jam 10.30, alhamdulillah mau early lunch supaya saat di mobil sudah tinggal tidur saja. Jam 9.40 kami bergerak menuju Bandung.

Rencana 4 jam perjalanan hanya tinggal rencana. Baru sampai JORR sekitar Pondok Gede sudah merayap. Target jam 2 sampai hotel, nyatanya jam 2.30 baru keluar Pasteur. Sampai hotel jam 3.30 dan kami semua kelaparan!

Apakah twins bisa tidur seperti rencana?
Tentu tidaakk!! Anak-anakku kalau macet susah tidur. Dari yang tadinya bisa tidur, kebangun masih gembira nyanyi-nyanyi, setelah hampir satu jam ya bayi-bayi mulai rewel juga. Apalagi saat itu sudah masuk waktu menyusui. Kakaknya bolak-balik nanya kenapa kita masih saja di Jakarta. Duuuh, Kak, Ibu juga maunya kita segera sampai Bandung.

Jadi bagaimana saat bayi-bayi rewel di mobil?
Ya sudah ibunya pasrah 😂 Anak-anak dipersilakan menangis, karena Ibu nggak bisa meminggirkan mobil ataupun menggendong, apalagi menyusui. Tapi alhamdulillah setelah 20 menit rewel, ada tempat berhenti kecil yang isinya toilet umum sebelum sampai Cikunir.

Lalu bagaimana caranya turun di rest area dengan tiga balita?
Aku nggak berani turun!! Bahkan nggak berani membuka kunci mobil, karena sekali kunci dibuka artinya aku harus mengawasi 4 pintu sendirian, dan sudah jelas aku nggak sanggup. Jadi aku lompat ke kursi belakang, untuk menyusui twins bergantian. Kakak sempat bilang mau pipis saat melihat logo toilet, tapi aku yakin dia hanya ingin keluar mobil saja karena pipis terakhir 2 jam yang lalu, jadi aku alihkan perhatiannya dengan nyanyi-nyanyi lagi.

Setelah itu aman?
Ketegangan lumayan berkurang karena twins sudah menyusu dan diberi cemilan. Masih ada sedikit rewel karena macet terus berlangsung hingga Bekasi, tapi Kakak sangat kooperatif : makan bekal dengan rapi, tidak ada tangisan sama sekali, dan sempat ikut menghibur adeknya. Sempat sih minta gadget saat tau ibunya bete bermacet-macet ada kecelakaan di Karawang, tapi untungnya tidak terlalu lama. Setelah jalanan lancar, gadget aku minta kembali dan kami tanya jawab (Kakak bertanya dan Ibu bercerita) atau nyanyi-nyanyi lagi (sampai suara ibunya serak 😂).

Sempat berhenti makan dulu nggak?
Karena pertimbangan kemanan itu tadi, aku memilih tidak makan walaupun lapaaarrrrr. Keluar dari mobil itu urutannya begini : buka bagasi untuk ambil & buka stroller, buka seatbelt untuk ambil satu bayi taruh di stroller dan pasang seatbelt, ambil bayi lain dengan buka dulu seatbeltnya dan taruh lagi di stroller sambil pasang lagi seatbeltnya, buka seatbelt lagi keluarkan si Balita dari car seat-nya, minta dia untuk tidak lari dan berpegangan ke stroller, tutup pintu. Jadi pasti ada jeda beberapa detik di antara kegiatan itu, yang stroller atau mobil (dengan anak di dalamnya) tanpa pengawasan. Aku nggak familiar dengan rest area, nggak berani membiarkan anak tanpa pengawasan walau hanya beberapa detik. Lagipula saat cemilan habis, kami sudah masuk Cipularang, semua anak tertidur, dan aku bisa konsentrasi menyetir.

Lega dong setelah sampai Pasteur?
Lega sebentar, tapi kok Bandung macetnya parah yaaaa… Ternyata hari itu sedang ada tamu dari Swedia dan besoknya harpitnas. 15 menit sebelum sampai hotel jadi yang terberat untukku. Kakak pengen pipis dan makin ribut bertanya kapan sampai hotel. Sudah waktunya twins makan sore juga. Tapiiii… mobil diam tak bergerak 500m sebelum hotel 😭 Tarik napas, buang napas. Tarik napas, buang napas. Aku sudah tak sanggup untuk merespon apapun.

Jadi mau mengulang lagi?
Hahahaha… Walaupun setiap perjalanan pasti ada ceritanya, tapi tidak berencana mengulang dalam waktu dekat.

Kamis malam (tanggal merah), Mas Idho dapat berita kalau Jumat ada meeting mendadak pukul 9.30 a.m. Setelah menimbang, aku lebih memilih untuk batal silaturahmi, mendadak packing sampai malam, dan menyiapkan anak2 untuk berangkat subuh, daripada harus pulang tanpa teman orang dewasa untuk lama perjalanan yang tak tentu. Di perjalanan berangkat, Alhamdulillah doa yang kurapalkan sejak berangkat dikabulkan Allah : anak-anak tidak ada yang pup, dan Kakak bisa menahan pipisnya sampai tempat tujuan. Belum tentu berulang di perjalanan pulang. Kalau hanya 3-4jam perjalanan, insya allah sudah sanggup. Tapi kalau lebih dari itu kasihan anak-anak.

Advertisements

Menyusui Si Kembar

August 5, 2016

menyusui kembar.jpgSaat tahu hamil kembar, aku sangat panik. Nggak terbayang gimana cara menyusui dan membesarkan adek-adek kembar, sambil mengasuh si kakak yang selisih usianya 2,5 tahun. Tapi panik tidak menyelesaikan masalah, kan, jadi mulailah aku browsing sana sini untuk menyiapkan kehadiran twins, dan bertemu DsA di wk33 kehamilan untuk konsultasi laktasi.

Sampai saat ini, aku masih full breastfeeding. Read the rest of this entry »

akupunktur.jpgSeperti yang dialami Kakak Deeja, frenotomi juga dilakukan untuk twins karena masing-masing ada tongue tied dan lip tied. Kali ini frenotomi dilakukan segera setelah keluar dari rumah sakit, di usia 5 hari.

Karena dilakukan di awal, alhamdulillah twins tidak perlu mengalami suplementasi yang pemberiannya melalui SNS. Tapi ternyata saat kontrol di usia 12 hari berat badan twins turun lagi, artinya ASI kurang dapat memenuhi kebutuhan bayi. Karena kali ini permasalahan ada pada ibunya, aku dirujuk ke obgyn dan akupunktur.

Waktu bermasalah dengan menyusui Deeja, aku juga disarankan untuk akupunktur dan sangat menikmati manfaatnya. Begitu pula kali ini. Yang jelas terasa manfaat akupunkturnya : Read the rest of this entry »

Welcoming Twins

May 31, 2016

mahisa - faryl.jpg

Introducing our newest family members who were born in Jakarta, on May 25, 2016 :

Faryl Aisha Alkhaleena | 2,5kgs 46cms
Mahisa Kinandari Fateema | 2,3kgs 45cms

Love,

Ayah, Ibu, Kakak Deeja

wk37.jpgHai twinnies, seru nggak sih berduaan di perut Ibu? Kalian masih rela berbagi tempat kan ya? Nggak terasa sudah 37 minggu kalian mengisi hari-hari Ayah Ibu, mendapat ciuman setiap hari dari kakak Deeja, dan

Read the rest of this entry »

3 Days Potty Training

May 20, 2016

Potty training hanya dalam waktu 3 hari? Kok sepertinya gampang banget, ibu-ibu mana sih yang nggak kepengen? Sebagai ibu tanpa nanny dan art, tentu saja aku langsung (merasa) mendapat harapan untuk masalah lepas nappy ini.
Read the rest of this entry »

Deeja at playgroundSelama di London dan Edinburgh, AstRiDhO banyak menerima bantuan dari sekitar.  Saat naik bus atau di tube station yang tidak ada eskalator atau elevator, selalu ada orang yang menawarkan bantuan untuk mengangkat stroller.  Bahkan ada yang tanpa basa-basi langsung mengangkat stroller dari peganganku dan langsung pergi sebelum aku sempat berterima kasih.   Di dalam tube juga banyak yang menawarkan kursi walaupun bukan di tempat prioritas, hanya karena aku mendorong stroller.  Perlakuan ini tidak selalu kuterima saat berada di Istanbul.

Orang Inggris memang terkenal sangat sopan.   Read the rest of this entry »