Home

Mudik : Sebuah Pilihan

September 29, 2008

Walaupun mudik udah jadi tradisi di Indonesia, tapi banyak juga kok yang nggak mau mudik.  Buat Mas Idho pun ini pengalaman mudik untuk yang pertama kalinya.  Buat aku pribadi, kalo lebaran nggak mudik itu bingung mau ngapain.  Nggak ada sodara, nggak biasa diem di rumah juga.  Kalo dilihat dari nggak enaknya, ya memang nggak enak.  Apapun moda transportasinya, pasti jauuh dari nyaman dibandingkan dengan hari biasa. Kalau lewat udara sih masih agak mending, asal udah pesen tiket sejak lama dan agak nggak nyaman di airport karna ramai seperti pasar, dalam waktu sekejap sudah sampai di tujuan.  Tapi kalau moda transportasi lainnya? Jangan harap kenyamanan deh.. di media juga udah banyak dibahas.

Kalau naik mobil seperti yang AstRiDhO jalanin, kayanya kalo mudik nggak macet itu malah aneh. Kita udah siapin fisik dan mental untuk itu, jadinya ya tetep hepi 🙂 Buanyak banget hal yang baru kita temuain, dan hal yang emang lumrah tapi masih bikin kita tersenyum.  Kemarin, pas lagi macet di Cikamurang (sekitar 42km dari Subang, hampir 200km dari Jakarta), kita banyak ketemu angkot Jakarta, metromini, bahkan Bajaj! Sampai hari ini pun kita masih ketemu Bajaj di Pemalang 😀 Walopun sering mogok, tapi penumpang bajaj itu tetep masih ketawa2 tuh!!

Selama perjalanan, AstRiDhO juga suka iseng ngeliatin motor2 yang – menurutku – sedang berakrobat.  Buat aku, akrobat = melakukan tindakan yang membutuhkan nyali besar kaya di sirkus.  Gimana enggak? 1 motor isinya kaya yang naik becak : 4 orang plus barang.  Bahkan becak pun kadang nggak sanggup ngangkut sebanyak itu padahal beroda 3!  Tapi aku salut banget sama pemudik dengan sepeda motor, karena mereka bisa mengatur penumpang dan package their baggage in outstanding way diatas kendaraan beroda 2, dan supirnya sanggup menyeimbangkan kendaraan kecil seberat itu.

Banyak juga mobil yang penuh penumpang, tanpa AC, dan barang2 ditaro di kap mobil.  Tapi yang menurut kami paling lucu adalah mobil SUV silver yang di atas kapnya penuh plastic container yang tembus pandang, dan semua orang bisa lihat semua isi containernya.  Kenapa lucu? karna underwear-nya pun dipamerin! hehehe… ada2 aja.

Kalau mulai capek, tingkah orang pun macem2.  Yang normal : buka baju karna kepanasan, berhenti di pom bensin yang berubah jadi pasar kaget, ketawa2 nggak penting untuk ngusir jenuh dan lelah, keluar mobil trus jalan2 dideket2 mobil sambil stretching.

Yang agak berbahaya : beli minum dari jendela bis yang tinggi sambil menjulurkan setengah badan, nyalip antrian kendaraan di jalur yang seharusnya untuk kendaraan dari arah lawan, atau motor2 yang nekad lewat pematang sawah yang super duper sempit itu!  
       
Yang lucu : aku pernah ketemu sama 1 sedan yang isinya 4 orang yang umurnya 20-an (anak2 muda).  Mobilnya tepat disebelah mobil kami, dan kita lagi stuck nggak bergerak lebih dari 30 menit.  Awalnya mereka masih ketawa2, lama2 yang di bangku belakang tidur kecapekan (atau bosen?).  Nggak lama kemudian penumpang di depan ikutan tidur.  Mungkin karna sepi dan capek, akhirnya si supir pun ikut tidur.  Saking nyenyaknya, ke-4 orang itu nggak sadar kalau kemacetan mulai terurai dan mobil2 di belakang mereka udah ngasih klakson dengan hebohnya! Berhubung mobil kita nggak terhalang, buat kita perubahan ekspresi mereka itu lucu banget.  Gembira – bosen – ngantuk – tidur – dan terbangun dengan kagetnya saat sadar kendaraan di depannya udah maju lebih dari 30 meter!!  Tapi buat kendaraan yang tepat di belakangnya, pasti mengesalkan sekali hehehehe…..

Kalau tim mudikku capek? Mulai dari ngobrol, trus menyimak lagu dalam hening (a.k.a udah capek ngobrol :P), truuusss… ya tidur!! Dengan catatan : supir dan – terutama – navigatornya a.k.a penumpang depan dilarang keras tidur.  Dek Annin pernah ketiduran, dan hasilnya : Dek Avid nyetir dengan ugal2an dan marah2! Hahahahaha….

Kalo supirnya capek dan jalanan macet, kita gantian supir tanpa harus meminggirkan mobil.  Yang bikin mudik tahun ini jadi heboh, si biru yang setia nganterin kita mudik kali ini isinya : 2 cowok besar dan 2 cewek mungil (hehh?? :P). Setiap berganti supir, yang tukar posisi bukan cuma supir & penggantinya, tapi keempatnya!! Heboh kan? Karena keterbatasan kabin si biru, kita harus mengatur posisi duduk supaya dengkul 2 cowok besar itu nggak kesempitan!  Sangatlah tidak mungkin Mas Idho dan Dek Avid duduk depan-belakang 😀 

Kenapa harus heboh? Pikir sendiri aja yaaa… 😉 Bayangkan gimana formasi duduknya dari posisi awal : AstRiDhO di depan, dengan urutan supir : Aku, Dek Avid, Dek Annin, Dek Avid, Mas Idho, Dek Avid.  Dan masing2 punya navigator favorit 😛

Jadi… mau mudik atau nggak? Kalau nggak mudik mau ngapain aja selama libur? Kalau mau mudik, naik apa? Di Jalan ngapain? It’s all about choices, coz this is life!

Advertisements

2 Responses to “Mudik : Sebuah Pilihan”

  1. Ridho Says:

    ya ampyunn, kok anaknya chubby chubby ya tante….

  2. astridridho Says:

    Yeaaahhh… 2 bayi sehat 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: