Home

Haruskah Mahar Mahal?

May 7, 2010

Alhamdulillah Mas Idho akhirnya pulaaaang 🙂 Tadi sore sudah mendarat dengan selamat di Cengkareng, dengan segudang cerita pastinya! Salah satunya tentang betapa mahalnya mahar yang harus dibayar untuk meminang calon istri : rumah, pekerjaan mapan, perhiasan, dan barang-barang lainnya.

Nggak semua orang terlahir kaya, malah bisa dibilang sebgaian besar kita adalah orang biasa2 saja, yang nggak mungkin bisa punya rumah sendiri di tahun pertama kerja.  Apalagi kesannya kok matre banget ya, minta rumah di awal pernikahan.  Toh, sebetulnya setelah membangun keluarga kita bisa membangun rumah impian bersama walaupun pastinya nggak instan. 

Sebetulnya maharnya mahal ini nggak cuma di Libya sih, tapi terjadi juga di mayoritas negara Timur Tengah yg juga negara Islam.  Efek lainnya : para lelaki menganggap mereka sudah membayar mahal istrinya, jadi bisa diapain aja seenaknya termasuk melakukan kekerasan.

Akibat lain dari mahalnya mahar : pernikahan menjadi urusan ke sekian dari prioritas orang Libya yang notabene juga negara Islam.  Bukannya nggak mau, tapi nggak bisa.  Sedih ya… Akibat yg lebih mengerikan adalah semakin banyaknya kaum homoseksual, yang semakin terbuka dengan orientasi seksualnya.  Kalau memang dari lahirnya sudah berorientasi homoseksual sih lain masalah ya… Tapi kalau terpaksa jadi homo karena nggak mampu bayar mahal? Duuuhhhh.. kok kayak kurang cewek aja yaa.. Padahal kan populasi wanita di dunia lebih banyak daripada lelakinya.

Waktu lagi ngopi di Regatta, salah satu kawasan pantai di Tripoli, di depan Mas Ridho ada sepasang cowok usia 19-20an tahun lagi menikmati sunset juga.  Awalnya sih biasa aja. Tapi kok lama2 ciuman yakkk?

Kejadian lain di toko parfum, dengan santainya pramuniaga (cowok) melayani Mas Idho  teman-temannya dengan gaya melambai.  Dan yang paling seru, supir kantornya yang juga berorientasi homoseksual bilang gini : Wahad love Ahmed, Ridho sim-sim.

Terjemahan bebasnya : Wahad sayang Ahmed, dan sayang Ridho juga! huahahahahahahhahaaaa….. Gawat nggak tuh! Kalo yg naksir Mas Idho cewek sih aku masih bisa berusaha untuk menggaet Mas Idho kembali yah, tapi kalo sainganku cowok? Duuuuhhh… Aku nggak punya apa yang para cowok punya tuuhh, mana bisa aku bersaing 🙂

Advertisements

3 Responses to “Haruskah Mahar Mahal?”

  1. ridho Says:

    Ridho love Astrid sim sim….

  2. AstRiDhO Says:

    Huahahaha.. Astrid sim sim 🙂

  3. Toushie Says:

    Toushie love Miharu sim sim Toushie….’^ – ^’… wkwkwwkwkkkk…. Bingung = Mode ON


Comments are closed.

%d bloggers like this: