Home

Menikmati Venezia

April 14, 2011

Sekarang AstRiDhO lagi ngampar di tangga di depan stasiun Venezia St Lucia, menunggu kereta Artesia menuju Roma yang akan berangkat jam 4.27 pm.  Sebetulnya AstRiDhO masih kurang puas menjelajahi Venice atau Venezia ini.  Karena keretanya terlambat, AstRiDhO hanya punya waktu sekitar 6 jam disini 😦 Kali ini kami benar2 jadi turis : hanya melihat objek wisata yang penting.

Dari seharusnya sesuai jadwal kami sampai jam 9.34 am di Venezia St Lucia, kenyataannya baru sekitar jam 10.30 keretanya sampai di stasiun.  AstRiDhO pun langsung buru-buru cari tempat penitipan tas, karena males banget nenteng kemana-mana.  Mana tamu bulananku tiba-tiba datang, jadi sempet sibuk cari pembalut juga yang untungnya di jual di salah satu kios dekat luggage locker.

Sebetulnya luggaage locker-nya sedang tidak berfungsi.  Atau memang tidak difungsikan, nggak ngerti juga deh.  Yang pasti tarifnya paling mahal disini! Itungannya per 5 jam EUR 4/bag.  Tapi ya sudahlah, Venezia memang daerah turis, apa-apa pasti mahal.

Nggak lupa AstRiDhO beli 12 hrs vaporetto pass juga seharga EUR 16/orang.  Mahal! Tapi dengan pass yang paling murah ini kami bebas naik turun vaporetto.  Setelah semua OK, barulah kami keluar dari stasiun untuk cari sarapan.  Lebih tepatnya : numpang pipis di Brek Ristorante yang nggak jauh dari stasiun sambil beli donat 😛

AstRiDhO naik vaporetto linea 2 dari Ferrovia floating platform via Canale della Giudecca.  Sengaja nggak pilih yang lewat Grand Canal supaya tau sisi non-turis dari Venezia ini.  Setidaknya sedikit meresapi kehidupan lokal deh. Di sisi ini udah mulai banyak bangunan baru dengan nuansa modern.  Tidak seperti yang biasa muncul di foto-foto.  Diantaranya jembatan yang ada di foto sebelah.. Ada jalur kereta juga yang masih baru, tapi AstRiDhO nggak tau itu untuk kereta apa. 

Selain melihat pembangunan Venezia dan ketemu warga lokal (banyak yg hobi ngajak anjingnya jalan2!), ada beberapa bangunan keren yang bisa dilihat.  Antara lain Port of Venice yang jadi tempat berlabuhnya kapal pesiar, barak tentara AL yang ada kapal patrolinya dengan judul bangunan Caserma Tommaso Mocenigo, Chiesa San Giorgio, dan ngerasain gelombang canal yang lumayan besar karena menghadap perairan terbuka. 

AstRiDhO turun di platform S. Marco – S. Zaccaria.  Maksudnya, sebelum ke St. Mark’s Square, kami mau menyusuri Riva degli Schiavoni dulu.  Area waterfront yang banyak kios & restoran di sepanjang promenade-nya.  Gara-gara kesiangan, baru sampe Ponte della Paglia udah berasa penuuuhhh banget sama turis seperti yang terlihat di foto. Ada bridge of sighs juga diarea ini (Ponte dei Sospiri) yang bisa dilihat dari Ponte della Paglia.

Sampai di St Mark’s Square/Piazza San Marco, turisnya udah lebih rame lagi.  Antrian untuk naik ke Bell’s tower dan masuk ke Basilica San Marco sudah mengular.  Karena khawatir waktunya nggak cukup, terpaksalah AstRiDhO cuma liat-liat aja dan mulai menyusuri gang-gang di sekitarnya.  Nggak sengaja nemu Hard Rock Cafe, akhirnya beli beberapa kaos 😛

AstRiDhO udah laper banget.  Nggak mungkin makan di Procuratie  Vecchie (shop & cafe arcade) di Piazza San Marco karena pasti mahal.  Ada cafe yang full entertainment segala.  Setelah agak mblusuk, mampirlah AstRiDhO di Kori yang pastanya enak banget 🙂   

Setelah entah gimana caranya AstRiDhO mencapai floating platform yang sama di S. Zaccaria, kami naik Vaporetto Linea 1 yang berhenti di semua floating platform sepanjang Grand Canal.  Inilah kanal yang supersibuk dan terkenal di seantero dunia.  Perhentian pertama AstRiDhO : Accademia. 

Ponte Dell Accademia ini salah satu jembatan besar di Grand Canal, yang terbuat dari kayu.  Ada Galleria Dell Accademia di sini, yang menampilkan karya seni Venezia sejak abad ke-14.   Tapi lagi-lagi AstRiDhO nggak masuk karena waktu yang super sempit.  Agak sepi disini, kayanya fokus turis-turis itu di sekitar Piazza San Marco & Rialto ya.. Abis itu AstRiDhO naik vaporetto lagi menuju San Silvestro, untuk jalan kaki liat Chiesa San Silvestro dan duduk2 di Fond del Vin melihat keramaian di Rialto.

Rialto bridge sendiri adalah jembatan terbesar di Grand Canal.  Jembatannya lebar, ada toko-toko di atas jembatan itu.  Rasanya, disinilah pusat keramaian Grand Canal.  Kapal yang lalu lalang, Gondola yang sewa perjamnya lumayan mahal, orang-orang yang asik nongkrong di cafe atau pinggir canal, adalah pemandangan seru yang bisa dinikmati.   

Menurut AstRiDhO, sisi Venice yang lebih romantis itu bukan di Grand Canal, tapi di kanal-kanal kecil yang entah dimana.  Suasananya lebih sepi & syahdu gitu.  Harus nyasar untuk bisa nemuinnya 😛  Masuk-masuk aja deh ke gang di sekitar Rialto atau Piazza San Marco. Di malam hari juga udah kebayang aja kota cantik ini bakal romantis banget dengan city lightnya 🙂 Daaann..kalau ada waktu & uang lebih sih naik Gondola aja lah yaaa..buying experience! AstRiDhO merasa kota ini nggak enak untuk berlama-lama.  Kita akan sangat bergantung dengan transportasi air, yang perjalanannya lamaaaaaa….. Nggak kebayang gimana kalau ada situasi darurat, hehehehe….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: