Home

Haji : Perlu Niat, Langkah Awal, dan Pasrahkan Pada-Nya

October 16, 2011

Haji adalah rukun Islam yang kelima, yang wajib dikerjakan bagi yang mampu, dengan bekal yang sebaik-baiknya adalah ketakwaan.  Berbicara tentang takwa, AstRiDhO -Astrid terutama- masih merasa jaaauuuhhhhh dari cukup.  Masih banyak orang yang jauh lebih takwa dari kami, dengan ilmu agama yang lebih baik dari kami, dengan keinginan pergi yang lebih menggebu-gebu dari kami, dengan kebaikan yang lebih banyak dilakukan daripada kami.  Aku nggak pernah terpikir sama sekali akan bisa berhaji disaat sedang menyongsong masa early thirties.  Bahkan aku sendiri masih nggak percaya AstRiDhO insya Allah akan berangkat besok siang…

Kalau niat, semua Muslim(ah) pastilah berniat untuk pergi haji.  Begitupun dengan AstRiDhO.  Dari pengalaman orang tua kami berhaji, mereka selalu bilang untuk berhajilah disaat masih muda karena tenaga masih mendukung, bisa ibadah lebih maksimal.  Cerita merekalah salah satu yang membuat AstRiDhO punya niat juga untuk berangkat haji, entah kapan.

Setelah menanamkan niat untuk pergi haji, AstRiDhO memulai langkah kecil.  Di bulan Mei 2009 AstRiDhO mulai membuka tabungan haji dengan dana awal hanya satu juta rupiah.  Saat itu kami belum terlalu bersungguh-sungguh menyisihkan dana untuk tujuan itu.  Malah saat itu tidak terpikir kapan dana akan terkumpul, mengingat biaya haji berdua minimal enam puluh juta rupiah.  Masih kurang lima puluh sembilan juta rupiah! Tapi ternyata Allah berbaik hati melapangkan jalan untuk AstRiDhO.

Beberapa bulan setelah tabungan haji dibuka, Mas Ridho ditugaskan untuk mengaudit kantor cabang di Tripoli, Libya.  Uang dinas yang terkumpul kami setorkan ke tabungan haji, karena seperti mendapat spot bonus diluar perhitungan kami.  Sampai saat itu, tabungan haji bertambah hanya jika ada bonus.  Tidak ada tambahan sama sekali dari penghasilan bulanan, jadi aku merasa perjalanan masih akan panjang.

Aku boleh merasa perjalanan masih panjang, tapi ternyata Allah justru membuka jalan untuk kami lebih lebar lagi.  Awal tahun 2010, Mas Ridho ditugaskan untuk secondment di kantor Tripoli.  Kontrak setahun dengan gaji baru yang alhamdulillah bisa kami sisihkan untuk perjalanan haji.  Saat itu aku langsung survey, kalau mendaftar haji reguler di paruh pertama tahun 2010, kemungkinan kami baru bisa berangkat 2012.  Tapi kalau dengan ONH plus insya Allah hanya perlu menunggu setahun.  Aku mulai merasa, lebih cepat berangkat lebih baik. Tapi setelah ngobrol dengan teman yang punya biro perjalanan haji, aku tersadar bahwa ONH Plus itu mahal sekali 😦

Lagi-lagi Allah membukakan jalan untuk kami.  Aku terima bonus yang spektakuler, terbesar sepanjang sejarah aku bekerja.  Mamaku pun mengenalkan aku dengan Bu Anna, yang merekomendasikan travel Al Amin di Mampang.  Langsung kudatangi mengingat lokasinya yang tidak jauh dari kantor yang saat itu di Menara Jamsostek.  Alhamdulillah biayanya tidak semahal travel lain, untuk paket Quard alias sekamar berempat.  Travel Al Amin ini berafiliasi dengan kegiatan wisata hati-nya Ustadz Yusuf Mansyur, yang mana Mas Ridho lumayan cocok dengan cara dakwahnya.  Semakin yakinlah kami untuk segera mendaftar.

Sampai proses pendaftaran ini, sejujurnya hatiku belum bulat untuk pergi.  Mas Ridho yang sangat excited untuk pergi.  Tapi semua tetap kujalani, termasuk melengkapi semua dokumen yang diperlukan.  Aku merasa kurang ilmu dan belum siap hati.  Beberapa bulan setelah proses pendaftaran, cerita-cerita Mas Ridho mengenai Middle East membuat aku mulai rindu tanah suci.  Sedikit-sedikit, Mas Ridho juga menambah pengetahuanku tentang Islam, terutama sejarahnya.  Yang membuat aku takjub betapa hebatnya Islam di masa lampau, yang sayangnya dihancurkan oleh umatnya sendiri.

Saat itu aku juga semakin intens mengikuti twit-nya Mbak Wina @mrshananto (Ligwina Hananto), seorang financial planner ex planner-nya Mindshare, yang akhirnya mengenalkanku pada @Mohammad_Teguh, financial planner lain dengan background pendidikan di Al Azhar Cairo.  Mas Teguh lah yang mengingatkan Mbak Wina untuk menata ulang tujuan keuangannya, terutama untuk dana berwisata.

Saat akhirnya diajar Mas Teguh saat training financial planning, dia juga mengingatkan bahwa perjalanan haji itu rukun, wajib bagi yang mampu, sedangkan perjalanan lainnya itu Mubah (boleh).  Masa sudah sampai Eropa tapi belum naik haji?  Dahulukanlah yang wajib.  Teguran itu cukup mencubitku juga.  Akhirnya Mbak Wina memang berangkat haji tahun 2010 kemarin. Dan hatiku.. masih belum bulat.  Hahahahaha….

Tapi Allah memang selalu menyayangi umatnya dan menyiapkan skenario terbaik untuk kita.  Banyak sekali jalan yang dibukakan untuk memudahkan AstRiDhO berhaji.  Hikmah lain tidak berkembangnya janinku di awal Maret lalu adalah agar aku bisa beribadah haji tahun ini.  Kalau kehamilan itu baik-baik saja, bisa dipastikan aku tidak bisa berangkat karena due date melahirkan adalah bulan Oktober ini.

Resign di awal Ramadhan kemarin juga semakin mendekatkanku kembali pada-Nya.  Aku tidak lagi disibukkan dengan urusan pekerjaan, dan bisa meluangkan banyak waktu untuk ibadah.  Manasik Haji yang diselenggarakan di bulan Syawal juga sudah membuatku lebih siap untuk pergi.  AstRiDhO terus belajar sambil berjalan.

Jadi, siapa bilang mau pegi haji harus punya cukup dana dan ilmu dulu? Tanamkan niat saja dulu, mulailah langkah walaupun kecil, dan pasrahkan sisanya pada Allah karena Dia lah yang akan mengatur semuanya untuk kita.

Bismillahirrahmanirrahim.. Semoga perjalanan AstRiDhO besok lancar hingga kembali lagi ke rumah, dan AstRiDhO menjadi orang yang lebih bertakwa dan menjadi haji mabrur & hajjah mabrurah. Amieeen….

Advertisements

4 Responses to “Haji : Perlu Niat, Langkah Awal, dan Pasrahkan Pada-Nya”

  1. NURY Says:

    astrid *hugs*

  2. Ridho Says:

    Labbaik allohumma labbaik, aku penuhi panggilan Mu ya Alloh
    Ironi, tempat yg paling tidak nyaman secara logika manusia menjadi the most beautiful place on earth di HATI ku….

  3. onh plus Says:

    Subhanallah, jika ada niat pasti ada jalan..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: