Home

Haji dan Cerita yang Tak Ada Habisnya

November 26, 2011

Membicarakan pengalaman haji, tentu tak akan ada habisnya.  Karena haji adalah urusan personal manusia dengan Allah, maka sepersonal itu pula cerita tiap orang.  Akan ada banyak cerita berbeda dari setiap orang yang menjalankannya, baik cerita perjalanannya maupun cerita spiritual yang dialami.  AstRiDhO sendiri banyak pengalaman berbeda selama di tanah suci, yang selalu menarik untuk diceritakan saat kami sedang bersama di waktu makan.

Makkah & Masjidil Haram

Senyum, air mata, juga doa selalu terlihat di seluruh sudut Masjidil Haram.  Kata-kata tidak akan pernah cukup untuk menggambarkan luapan emosi AstRiDhO disini.  Tak bosan-bosannya AstRiDhO bangun tengah malam, tawaf sunnah, shalat malam, berlama-lama di masjid terutama saat Ashar sampai Isya, bahkan tak ragu pula untuk tawaf sunnah di tengah terik matahari.    Itikaf juga AstRiDhO lakukan saking inginnya beribadah di Masjidil Haram ini.

Makkah di musim haji benar-benar padat, tapi selalu ada tempat buat sholat bagi semua orang. Pemerintah Saudi Arabia terus-menerus memperbaiki pelayanan kepada jamaah haji & umrah, antara lain dengan pengembangan Masjidil Haram.  Bukit Safa yang dulu bisa aku injak batunya, sekarang sudah tertutup lantai marmer agar jamaah lebih mengalir, tidak tertahan karena batu-batuan yang tidak rata.

Jam sangat besar juga didirikan, sebagai patokan waktu untuk seluruh dunia.  Setiap adzan berkumandang, lampu-lampu di menara jam berkelap-kelip.  Di sela-sela waktu sholat, AstRiDhO sering bertemu teman baru dari seluruh dunia.  Dari mulai sekedar menanyakan waktu hingga cerita masalah pekerjaan dan Islam di negara masing-masing.  Semua perbedaan seakan melebur, semua orang memiliki toleransi yang sangat besar dengan perbedaan yang ada.

Madinah & Masjid Nabawi

Kota yang lebih rapi, bersih, dan teratur daripada Mekah ini membuat AstRiDhO sangat betah berada disini.  40 waktu sholat rasanya belum cukup untuk merasakan denyut kota Madinah.  Masih ingin selalu mengunjungi raudhah dan mendekat ke makam Rasulullah, masih ingin berlama-lama menatap kubah masjid nabawi yang bergeser saat matahari muncul atau terbenam, masih ingin menunggu matahari pagi hingga semua payung di halaman masjid terkembang, bahkan masih ingin melakukan hal sesimpel makan kebab di taman.

Tiap Senin & Kamis di area perempuan (atau tiap hari di area laki-laki), hampir selalu ada orang yang bersedekah menjelang magrib.  Mereka membagi-bagikan kurma, roti & yoghurt, hingga minuman hangat.  Tak perlu khawatir kelaparan 🙂

Haji, Mina, & Arafah

Tibalah juga masa yang paling penting dari perjalanan AstRiDhO.  Pelaksanaan haji, yang dimulai dengan wukuf di arafah hingga melempar jumrah ula, wusta, aqabah di Mina.

AstRiDhO sudah tak mampu lagi menahan air mata saat wukuf.  Panasnya tenda sudah tak ada rasanya dibandingkan penyesalan kami atas dosa-dosa yang lalu.  Melewatkan makan siang juga tidak menjadi masalah saat kami memohon ampun dan memanjatkan doa sebanyak-banyaknya kepada-Nya.  Yang kami lakukan hanya berdoa dan berzikir semampunya.

Hingga melempar jumrah di Mina, alhamdulillah tidak ada rintangan berarti yang kami alami.  Semua kegiatan berjalan lancar, tidak ada keterlambatan perjalanan yang berarti, semua rukun bisa kami jalankan semuanya.  Terima kasih ya Allah, karena telah Engkau berikan kenikmatan dan kelapangan bagi kami.

Jeddah

Rasanya sangat tak rela saat tiba waktunya AstRiDhO sudah harus transit semalam di Jeddah sebelum kembali ke tanah air.  Betapa AstRiDhO masih sangat ingin sholat di Masjidil Haram, bertemu dengan saudara-saudara muslim dari seluruh dunia, berbagi cerita dan saling bantu dengan mereka, bahkan kamipun masih ingin berlama-lama di tanah suci walau itu artinya kami harus selalu mengantri panjang untuk makan, ke toilet, dan kegiatan lainnya.

Mas Ridho masih rindu sholat di pelataran Kabah di belakang imam. Aku masih rindu untuk sholat di tempat favorit. AstRiDhO masih rindu untuk berjuang sholat di Raudhah, mencoba sudut-sudut lain di masjid untuk sholat.

Tapi saat berpisah memang sudah tiba.  Saatnya AstRiDhO melihat Laut Merah tempat Allah menurunkan mukjizat-Nya bagi Nabi Musa, dan kemudian kembali ke Indonesia 😦

Ya Allah, terimalah ibadah haji kami dan ibadah-ibadah yang lain.  Ampunilah dosa-dosa kami.  Jadikanlah kami manusia yang lebih baik di mata-Mu.  Dan perkenankanlah kami untuk dapat datang lagi ke rumah-Mu…

Labbaik Allah Humma Labbaik… Aku penuhi panggilanmu ya Allah

Labbaika Laa Sharika Laka Labbaik… Aku penuhi panggilanmu ya Allah dan tiada sekutu bagi-Mu

Innal Hamda Wanni’mata… Sesungguhnya segala puji-pujian dan nikmat

Laka Wal Mulk Laa Sharika Lak… dan kerajaan hanya milik-Mu yang tiada sekutu bagi-Mu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: