Home

Sepanjang Bosphorus sampai Black Sea

January 28, 2012

Ternyata Laut Hitam itu memang benar berwarna hitam! Di foto sebelah ini sangat terlihat bedanya kan?  Padahal sebenarnya kami belum benar-benar ada di tengah Laut Hitam, baru pinggirannya saja.  Itupun ferry baru mendekat saat perjalanan pulang.  Aku membayangkan akan jadi seberapa hitam lautnya, dalam jarak beberapa mil dari tempat kami ini.

Hari ini rencana AstRiDhO memang  menyusuri Selat Bosphorus dengan ferry yang berangkat 1x sehari selama winter.  Alhamdulillah cuaca mendukung, salju tidak turun walaupun sisa salju yang becek masih ada di mana-mana.  Walaupun lebih mahal dan waktu tempuh lebih lama, AstRiDhO sengaja memilih IDO Scenic Bosphorus Ferry karena ingin melihat Black Sea dari dekat.

Kapal berangkat dari Eminönü tepat pukul 9.30.  Banyak turis yang juga berangkat bersama kami, walaupun di tengah musim dingin.  Banyak hal menarik yang kami lihat sepanjang perjalanan, dari mulai Galata Bridge & Tower, Dolmabahçe Palace, Rumeli Fortress, kedua jembatan yang melintasi Bosphorus, rumah-rumah kayu tradisional, bukit bersalju, hingga akhirnya ferry berlabuh di Anadolu Kavağı pukul 12.10 siang.  Wangi Turkish Coffee yang bolak-balik diedarkan untuk dijual di atas ferry pun sangat menggoda. 

Awalnya AstRiDhO bingung bagaimana menghabiskan waktu 3 jam menunggu ferry kembali ke downtown İstanbul karena desa di sekitar pelabuhan sangat sepi.  Yoros Castle di atas bukit juga nampaknya tidak terlalu tinggi.  Aktivitas yang ada dalam rencana memang hanya naik ke benteng dan makan siang.

Tapi ternyata perkiraanku salah.  Naik ke bukit disaat salju masih belum mencair seperti di downtown sungguh sangat berat! Apalagi sepatuku tidak mendukung untuk hiking, dan membuat jalanan lebih terasa licin dari yang seharusnya.  AstRiDhO mendaki sekitar 45 menit, dan terbayar dengan pemandangan yang indah 🙂

Karena sudah lapar, kami memutuskan untuk makan di cafe yang ada di Yoros Castle saja.  Pastinya memesan Blue Fish yang merupakan ikan khas black sea, selain apple tea untuk menghangatkan badan.  Bumbu ikannya minimalis dan hanya dibakar sekedarnya.  Tapi karena ikannya memang benar-benar segar, rasanya enakkkk!

Di Anadolu Kavağı ternyata terdapat kompleks militer.  Awalnya AstRiDhO tidak sadar, hingga ditegur tentara saat mengambil foto di titik yang pemandangannya memang breathtaking.  Menurut Mas Ridho, fungsi Black Sea cukup strategis terutama sebagai jalur menuju Rusia.  Tidak heran Turki pun membuat kompleks militer di sekitar Black Sea.

Perjalanan turun bukit juga tidak menjadi lebih mudah.  Semakin siang, semakin banyak salju yang mencair dan mulai becek hingga lebih licin.  Tapi saat sampai sekitar pelabuhan, AstRiDhO sangat senang menemukan masjid yang tempat wudhunya mengalir air panas.  Kami sengaja berlama-lama wudhu untuk mencari kehangatan 🙂

Kalau memang punya waktu lebih di İstanbul, AstRiDhO sangat menyarankan untuk naik IDO Scenic Bosphorus Ferry ini yang perjalanannya berakhir pukul 16.35.  Melihat Black Sea dari dekat, naik ke Yoros Castle, dan makan Blue Fish dengan pemandangan laut benar-benar sangat indah untuk dinikmati.

Advertisements

2 Responses to “Sepanjang Bosphorus sampai Black Sea”

  1. Ridho Says:

    Black sea before 90’s = berlin walls before 90’s
    The border of capitalist and communist
    High tension cold war area, gak salah kalau film-film Spy seperti James Bond sering mengambil lokasi atau inspired dari kejadian-kejadian di kedua tempat tsb.

    Next Trip, we should go over black sea, such as crimea…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: