Home

Mencari Pantai Batu (lagi) di Belitung

May 19, 2012

Setelah huru-hara semalam akibat kapal express yang perjalanannya molor menjadi 5,5 jam dan susah mencari kamar hotel dengan AC serta kejar-kejaran dengan waktu untuk mencari makan malam, akhirnya pagi ini koper kami sudah berbaris manis di lobby hotel Revano dan kami memulai perjalanan dengan tetap senang hati ūüôā

Kami tetap umpek-umpekan ber-7 di Avanza, memulai hari dengan melihat danau kaolin yang cantik.  Tempat ini masih kosong saat kami datang, mungkin karena jam nanggung.  Sudah cukup siang untuk para fotografer yang hunting sunrise, tapi masih pagi untuk yang mau jalan-jalan.  Disini rencana berubah tiba-tiba, 2 hari di Bangka mencari pantai batu tidak cukup dan kami ingin mencari pantai berbatu lagi!!!  Akhirnya driver yang baru kami temui ini coba kasak-kusuk mencari perahu yang bisa disewa.  Agak susah mengingat ini sedang long weekend.

Saat makan mie atep di pusat kota Tanjung Pandan, kami dapat kabar kalau ada kapal yang bisa kami sewa.  Alhamdulillah! Mie atep yang rasanya segar itu terasa semakin enak dengan kabar gembira ini.  Mie penuh karbohidrat (sudah ada mie, pakai kentang juga!) akhirnya akan dibakar dengan snorkeling di pulau-pulau.  Setelah makan dengan cepat, kami segera membeli air minum dan perbekalan, kemudian menuju tempat penyewaan snorkeling gear dan berganti baju. Semua serba cepat, sampai akhirnya kita sampai juga di Pantai Tanjung Kelayang untuk naik kapal.  Di kejauhan, awan mendung terlihat menggantung.  Tapi kami terus berdoa supaya cuaca baik berpihak pada kami.

Tidak jauh dari Pantai Tanjung Kelayang, Batu Garuda yang menjadi ikon pariwisata Pulau Belitung tegak berdiri.  Tujuan pertama adalah Pulau Pasir yang saat pasang akan menghilang.  Di pulau ini banyak terdapat bintang laut.  Angin cukup kencang hingga kapal sulit membuang sauh.  Kami pun langsung melompat dari kapal walau air masih cukup tinggi saking sudah tidak sabar berenang dan berjemur di pasit yang putih bersih.

Banyak pulau-pulau kecil yang kami lewati, juga keramba dengan nelayan yang terlihat sibuk bekerja.  Pantai di sepanjang Pulau Belitung juga terlihat jelas.  Di dekat Pulau Lengkuas yang terkenal karena mercusuarnya, kapal berhenti dan kamipun snorkeling sepuasnya.  Terumbu karangnya cukup cantik, begitu juga dengan ikannya.  Sesiangan ini, aku sudah tidak ingat dengan kamera karena malas menenteng barang.  Dompet dan BB pun sudah entah ada dimana.  Kami semua sibuk menikmati alam dan memotretnya dalam hati.

Makan siang yang sudah kami bawa dari Tanjung Pandan, kami nikmati di bawah pohon di Pulau Lengkuas ini.¬† Setelah energi terisi kembali, kami naik¬†mercusuar hingga lantai paling atas.¬† Pemandangannya keren banget!! Lelahnya naik 17 lantai langsung terbayar seketika.¬† Kami semua tertarik untuk main-main di kolam bidadari¬†di salah satu sisi pulau dengan alasan : banyak batu granit keren!¬† Bagus buat foto-foto, dan enak juga untuk berendam main air.¬† Di dekatnya ada makam belanda, yang aku nggak tau ada dimana karena cuma lihat tulisannya saja.¬† Pantai berbatu lebih menarik hehehehe….

Pulang dari Pulau Lengkuas, ombak semakin tinggi dan angin bertiup kencang.  Dengan terpaksa rencana melihat sunset di Batu Berlayar dibatalkan dan segera kembali ke Pulau Belitung.  Angin kencang tidak memungkinkan untuk kapal bersandar di Tanjung Kelayang, dan akhirnya berputar ke sisi lain tanjung yang agak jauh.  Saat akhirnya dengan jalan kaki sampai di pantai Tanjung Kelayang, aku agak ngeri melihat kapal-kapal sudah miring mengikuti ombak yang besar.

Waktu menjelang matahari terbenam akhirnya kami habiskan di Tanjung Tinggi, yang menjadi salah satu tempat syuting Laskar Pelangi.¬† Dinamakan Tanjung Tinggi karena batunya memang tinggi-tinggi! Kami jalan-jalan disela-sela batu tinggi itu dan merasa sangat kecil.¬† Hebatnya, ada rombongan yang bisa mendaki ke atas bebatuan tinggi itu, yang justru menjadi obyek menarik untuk kami yang di pantai.¬† Menikmati sunset sambil minum es kelapa dan duduk-duduk bengong di pinggir pantai : priceless ūüôā

Saat hari mulai gelap, perut baru terasa lapar.  Kami segera kembali ke Tanjung Pandan untuk makan di Restoran Sari Laut.  Ternyata makanan baru siap pukul 7.30, jadi kami memanfaatkan waktu sempit itu untuk membeli sedikit oleh-oleh.  Karena kami juga memesan kepiting, akhirnya jam 9 lebih kami baru selesai makan disaat restoran sudah sangat sepi.  Ya, mayoritas kegiatan di Bangka dan Belitung memang selesai jam 9 malam.

Suasana Belitung sudah sepi begitupun, ternyata kami masih harus bertemu huru-hara lagi.¬† Kami pindah hotel lagi ke Tanjung Pendam, dan kamar baru confirm jam 21.30.¬† Huff.. 3 malam, 3 penginapan, 2 pulau, dan tiket pulang yang masih belum ditangan.¬† Semoga besok semua berjalan lancar…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: