Home

Dan Perjuangan Pun Dimulai Lagi

September 27, 2012

Kehamilan untuk sebagian besar pasangan bukan merupakan masalah, tapi bisa menjadi masalah untuk 1 dari 10 pasangan dan  AstRiDhO termasuk dalam 10% minoritas itu.  3 bulan lagi AstRiDhO akan genap 5 tahun berlayar bersama, tapi sampai sekarang Allah masih belum mengizinkan rumah kami ditingkahi keriuhan tingkah anak-anak.  AstRiDhO tetap tak lupa bersyukur, karena alhamdulillah rezeki lain selalu menghampiri 🙂

1,5 tahun pertama pernikahan, kami masih santai-santai saja.  Mas Ridho masih berjuang menyelesaikan S2 dan sertifikasi, aku pun masih belum terganggu dengan kehamilan yang tak kunjung dirasakan.  Di pertengahan 2009, AstRiDhO iseng-iseng konsultasi ke dokter untuk mengetahui permasalahan yang kami hadapi.  Beberapa kali bolak-balik ke RS Internasional Bintaro (waktu itu belum ganti nama) dan Brawijaya Hospital dengan alasan dokter pilihanku praktek di kedua tempat itu dan kedua RS itu dekat dari rumah.  Dari pertemuan-pertemuan itu, kami menjalani pemeriksaan standar :

Wawancara

AstRiDhO menemui Obgyn dan menceritakan “sejarah” kami, terutama siklus menstruasi.  Dari hasil konsultasi ini, kami merasa sreg dengan dokternya dan mau meneruskan proses yang dia sarankan.

Pemeriksaan Fisik

Kalau aku, pemeriksaan dilakukan dengan USG Trans-V dengan hasil rahim normal dan bersih dari kista ataupun polip.  Mas Ridho dirujuk ke androlog, hasilnya juga normal saja, tidak ada varikokel ataupun keabnormalan yang lain.  Karena itu, kami diminta untuk tes di lab.

Tes Darah

Untuk tes TORCH, aku sudah pernah lakukan sebelumnya dengan hasil negatif untuk semua item.  Jadi kali ini tes darah dilakukan di hari haid ke-5 (H5) untuk mengetahui kadar hormon LH, FSH, prolactin, dan estradiol.  Sedangkan Mas Ridho tes darah untuk mengetahui kadar hormon PSA, testosteron, dan LH.  Hasilnya ada beberapa yang berada di batas bawah, tapi overall masih normal

Sperm Analysis

Ini juga termasuk dalam salah satu pemeriksaan laboratorium yang dijalani Mas Ridho.  Hasilnya jumlahnya agak kurang dan banyak yang malas bergerak.  Tidak parah menurut dokternya, masih bisa ditingkatkan dengan olahraga, dan makan sehat.

– Histerosalpingografi (HSG)

Aku agak grogi menjalani pemeriksaan ini, karena banyak yang bilang prosesnya sakit.  Pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah ada sumbatan di tuba falopii (saluran antara indung telur dan rahim) dengan cara memasukkan cairan kontras ke dalam rahim agar terlihat bentuk salurannya.  Pemeriksaan ini aku lakukan di H10 (hari ke-10 sejak hari haid pertama).  Hasilnya : tuba paten alias tidak ada sumbatan.  Menurutku, prosesnya tidak terlalu menyakitkan seperti yang diceritakan banyak orang.  Tapi saat sampai di rumah baru terasa mulasnya hehehe.  Jauh lebih sakit daripada kram saat menstruasi sampai aku harus minum ponstan, tapi tidak lebih dari satu malam kok.  Note to self : kalau sampai harus HSG lagi, jangan bikin janji apa-apa sesudahnya.  Istirahat saja 🙂

Terapi obat-obatan

Ini sebetulnya bagian yang paling tidak aku suka, karena minum obat tablet adalah perjuangan berat untukku. Entah kenapa, tablet itu susah sekali untuk bisa masuk ke kerongkongan apalagi terus ke perut.  Pada akhirnya, karena hasil pemeriksaan sebetulnya masih masuk kategori normal, AstRiDhO diberi beberapa obat yang diharapkan membantu meningkatkan kualitas kesuburan.  Selama 3 bulan aku diresepkan Profertil dan Ovestin, sedangkan Mas Ridho diresepkan Tribestan dan Proviron.

Tes darah (lagi)

Di H23, aku cek darah lagi untuk mengukur kadar progesteron.  Untuk ukuran hari haid ke-23, kadarnya dibawah normal.  Menurut dokter, hasil yang dibawah normal bisa berarti biasa saja kalau siklus menstruasinya mundur (karena sejak konsultasi entah kenapa jadwalku malah berantakan, dan terbukti di bulan berikutnya pun mundur cukup jauh).

Cek folikel

Di hari yang sama dengan tes progesteron, aku di USG Trans-V lagi untuk melihat folikel, dan kata dokternya ukuran folikel masih kecil-kecil, sebanding dengan hasil tes progesteronnya.  Seharusnya kalau sampai 2-3 bulan kemudian masih belum hamil, AstRiDhO konsultasi lagi ke dokter.

Tapi ternyata nasib berkata lain.  Mas Ridho ditugaskan mengaudit anak perusahaan di Libya, dan kemudian berlanjut dengan kunjungan rutin sebagai accountant, bukan lagi sebagai auditor.  Programnya pun berhenti begitu saja.

Awal 2011, kerusuhan pecah di Libya dan Mas Ridho pun pulang di pertengahan Januari.  Alhamdulillah, tanpa jeda aku langsung hamil.  Tapi nampaknya Allah masih punya rencana lain untuk kami.  Di akhir Februari, aku didiagnosa blighted ovum dan akhirnya dikuret di awal Maret.  Karena kejadian itulah alhamdulillah aku bisa berhaji di tahun 2011.  Seharusnya saat musim haji itu menjadi due date kehamilanku.

Sampai 2012 berjalan lebih dari setengahnya, AstRiDhO masih yakin kami baik-baik saja mengingat hasil yang sudah kami lakukan sebelumnya walaupun menimbulkan keresahan lain.  Kalau ada hasil tes yang buruk, kami jadi tahu harus melakukan apa.  Tapi dengan hasil yang normal, apalagi yang harus AstRiDhO usahakan?  Jadi ada pertanyaan juga, mungkinkah kami belum bertemu dokter yang bisa mendiagnosa hingga sangat detail? Informasi apa yang kami masih belum tahu?

Diselang waktu itu, ada beberapa pengobatan alternatif yang juga kami jalani dari mulai pijit, minum madu + herbal, sampai tenaga prana.  Hingga akhirnya di akhir Agustus 2012 kemarin, kami berniat untuk serius mengikuti program punya anak.  Mas Ridho memang masih di libya, tapi aku mulai duluan saja karena pemeriksaan untuk perempuan lebih banyak dan tergantung cycle.  Lebih cepat lebih baik.

Karena secara de facto kami sudah jarang di Bintaro, aku memilih pindah ke RS Asri dan tanpa sengaja bertemu dengan dokter Ika dan langsung merasa sreg.  Dari konsultasi awal itu, dibuat janji temu berikutnya untuk cek folikel. Tapiiiii…. pas kemarin aku telpon mau bikin janji, ternyata Dokter Ikanya cuti melahirkan! Lebih awal dari due-nya 😦

Go to plan B,then. Aku mau bikin janji dengan dokter lain di RS lain, dan dokternya cuti juga! Hmmmm… I know this won’t be easy, but please God, don’t make it too hard.  Bismillah, semoga perjalanan berikutnya tidak penuh drama dan dengan hasil yang baik.  Insya Allah AstRiDhO siap memulai perjuangan lagi 🙂

*Catatan ini dibuat dalam rangka merapihkan berkas tes yang pernah dilakukan, untuk memulai program baru*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: