Home

Perkembangan Deeja Pra dan Pasca Frenotomi

March 22, 2014

Blog post kali ini akan sangat panjang dan cukup detail.  Ide penulisan muncul karena diminta oleh dokternya Deeja.  Ini versi lebih lengkap dan lanjutan dari tulisan sebelumnya.  Penambahan foto-foto bukan untuk mendramatisasi, tapi supaya bisa menjadi bayangan bagaimana keadaan bayi yang mengalami masalah dengan tongue tie dan lip tie.  Tujuanku ingin berbagi, semoga ceritaku & Deeja bisa bermanfaat untuk yang lain.  Setidaknya memberi semangat kepada ibu yang mengalami masalah yang sama, bahwa kamu nggak sendiri 🙂

Khadeeja 2 days old18 – 21 Nov 2013 di RS
Usia : 0 – 3 hari
BB lahir : 2880gr (18 Nov 13)      BB pulang : 2700gr (21 Nov 13)
PB : 50cm
LK : 36cm
Deeja lahir dari program bayi tabung di tahun ke-6 pernikahan kami.  Dilahirkan dengan sectio caesarian karena sungsang dan aku ada riwayat kekentalan darah (D Dimer tinggi, rutin suntik lovenox setiap hari sejak usia kandungan 4 bulan), mata minus 6, dan juga pertimbangan sosial.  Saat kelahiran, IMD tidak dilaksanakan dengan benar, hanya ditaruh di dada ibu selama kurang dari 1 menit.  Deeja baru mulai menyusu sekitar 5-6 jam setelah kelahiran, setelah aku benar-benar sadar.  ASI masih belum keluar di hari ke-0 ini, kolostrum mulai terlihat jelas di hari ke-1 (19 Nov 13).  ASI sudah banyak di hari ke-2 (20 Nov 13) dan malamnya payudaraku sudah keras.  Karena jaundice, Deeja malas menyusu dan ASI mulai diperah.  Bilirubin saat pulang ke rumah pada hari ke-3 (21 nov 13) : 9,7 dan putingku sudah mulai lecet.
25 Nov 2013
Usia : 7 hari
BB : 2695gr
Selama di rumah Deeja masih malas menyusu.  Bilirubin saat usia 7 hari : 13, tapi tidak dilakukan foto terapi karena khawatir dehidrasi. DsA menyarankan untuk terus disusui, dan disuapkan ASI jika masih malas menyusu.  Di usia 7 hari, Deeja sudah mulai minum ASI dengan cupfeeder tapi belum tentu setiap hari disuapi ASI dengan cupfeeder.
Khadeeja 13 days old2 Dec 2013
Usia : 14 hari
Menemui konselor laktasi di RS tempat Deeja lahir.  Seminggu terakhir Deeja sudah menyusu lebih sering dan sangat lama. Bisa 30 menit – 1 jam sekali menyusu, tapi tetap sangat rewel.  Di malam hari, Deeja hanya tertidur setelah lelah menangis.  Pada akhirnya aku sadar bahwa Deeja lapar, tapi masih tidak mengerti sebabnya.  ASI yang diperah seringkali tidak mencapai 5cc.  Putingku sudah luka, bentuknya sudah seperti kawah, bahkan ada sisi yang nampak seperti mau putus.  Saat diobservasi, nampak tidak ada kesalahan dalam posisi menyusui dan pelekatannya.  Secara halus, konselor laktasi menyarankan untuk memilih opsi lain untuk menyusui, tapi kami tidak mendapat penjelasan tentang opsi lain tersebut.  Aku sempat melontarkan kecurigaan Deeja tongue-tie, namun menurutnya tongue tie-nya tidak parah dan seharusnya tidak mengganggu proses menyusui
4 Dec 2013
Usia : 16 hari
BB : 2605gr
Seharusnya di usia 2 minggu, berat  badan bayi sudah kembali ke berat lahir.  Yang terjadi adalah berat badan Deeja semakin turun, sepanjang hari semakin rewel karena lapar, mata Deeja berkantung karena waktu tidur hanya sekitar 7-8 jam sehari seperti terlihat di foto di atas.  Melihat perkembangan Deeja, DsA menyarankan pemberian susu formula sebagai tambahan ASI yang sedikit.  Targetnya : 500cc/hari, minimal 8x sehari dengan cupfeeder.  It was like slapped in my face.  Sempat menunda pemberian susu formula, tapi akhirnya setelah nangis bombay aku kasih Deeja tambahan.  Pertimbangannya : aku nggak mau Deeja gagal tumbuh seperti diagnosa DsA yang tertulis di formulir reimbursement asuransi.
Khadeeja 20 days old7 Dec 2013
Usia : 19 hari
Aku merasa ada yang salah dengan produksi ASI yang hanya sedikit.  Di satu sisi, aku nggak tega lihat Deeja kurus kering seperti foto di samping.  Pemberian susu formula memang membuat berat badan Deeja cepat bertambah, namun di sisi lain aku merasa itu tidak menyelesaikan akar masalahnya.  Akhirnya aku menghubungi konselor laktasi dari AIMI untuk home visit.  Setelah diobservasi, Deeja ternyata bingung puting karena pemberian susu formula dengan cupfeeder.  Aku disarankan untuk memperbanyak skin to skin contact oleh konselornya.  Disaat itulah konselor dari AIMI melihat lidah Deeja dan setuju denganku bahwa Deeja tongue tie.  Aku disarankan untuk konsultasi dengan dokter Asti di KMC.
Khadeeja 19 days old9 Dec 2013
Usia : 21 hari
BB : 2810gr
PB : 49cm
LK : 35cm
Melihat pipi tirusnya saja aku sudah miris, ditambah dengan statistik Deeja.  Di usia 3 minggu, berat badan Deeja belum kembali ke berat lahir.  Bahkan panjang badan dan lingkar kepalanya malah berkurang 1cm padahal sudah diberi susu tambahan.  Akhirnya Deeja bertemu dr. Asti Praborini, dan diberi tahu bahwa tongue tie-nya memang tidak terlalu tebal.  Tapi lip tie-nya grade 4, hampir menempel seluruhnya.  Hal ini yang tidak pernah kusadari sebelumnya.  Bahkan mendengar lip tie pun baru hari itu.  Putingku masih terluka, namun sampai detik itu rasa sakitnya selalu kuabaikan.  Dilakukan frenotomi pada Deeja, sedangkan aku mulai meminum Domperidone 3×2 dan diberi salep untuk menyembuhkan luka pada puting.  Hari itu juga kami menginap di KMC agar Deeja lancar menyusunya.  Suplementasi langsung dimulai, dengan dosis 6x60cc.  Skin to skin contact juga dilakukan tanpa putus, termasuk saat tidur.  Malam pertama Deeja masih rewel, mungkin belum terbiasa dengan suplementasi dan kamar baru.
Khadeeja 24 days old11 Dec 2013
Usia : 23 hari
BB : 2685gr
Karena rewel di malam pertama dan asupan susu tambahannya memang lebih sedikit, berat badan Khadeeja turun lagi. Dengan dibantu oleh konselor laktasi dan suster jaga, akhirnya setelah 2 malam  Deeja lancar suplementasinya dan berat badannya mulai naik.  Deeja sudah boleh pulang sambil melanjutkan senam lidah, aku masih melanjutkan domperidone, dan kami melanjutkan skin to skin contact.  Oh ya, senam lidah ini dilakukan agar Deeja terbiasa dengan anatomi mulutnya setelah frenotomi.  Deeja harus tahu bahwa kemampuan menggerakkan lidahnya jadi lebih luas.
Khadeeja 28 days old16 Dec 2013
Usia : 28 hari
BB : 2880gr
Deeja tidurnya semakin nyenyak dan lama.  Walaupun masih terlihat kurus, tapi dalam sehari sudah bisa tidur lebih dari 10 jam jadi sudah tidak berkantung mata lagi.  Malah di malam hari hanya bangun sekali, hingga akhirnya harus dibangunkan setiap 3-4jam.  Aku terlalu percaya diri bahwa ASIku banyak, hingga sudah menghentikan suplementasi dan juga domperidone yang kebetulan stoknya habis.  Apalagi putingku juga sudah jauh lebih baik.  Hanya tinggal lecetnya saja, tidak ada lagi luka menganga seperti kawah.
Khadeeja - 1mo1wk30 Dec 2013
Usia : 1 bulan 12 hari
BB : 3070gr
Ternyata kenaikan berat badan Deeja kembali mengkhawatirkan karena penghentian suplementasi dan domperidone, hanya 95gr/minggu.  Padahal dari yang kubaca, di usia 0 – 3 bulan kenaikan berat badan bayi minimal 150gr/minggu.  Akhirnya suplementasi dimulai lagi 6x60cc, domperidone 3×2, ditambah dengan aku akupunktur seminggu 3x.
 Khadeeja 1,5mo6 Jan – 14 Feb 2014
Usia : 1,5 bulan – 3 bulan
Suplementasi pelan – pelan diturunkan, hingga akhirnya berhenti sama sekali.  Domperidone masih 3×2, akupunktur tetap 3x seminggu.  Dari penjelasan dr Asti, yang pertama dihentikan memang suplementasi.  Kemudian domperidone, dan yang terakhir akupunktur.  Haduuhh.. padahal akupunktur yang paling mahal tapi paling lama.  Nggak papalah, sekarang Deeja sudah jauh lebih tenang dan bisa tidur nyenyak.  Sudah mulai bisa tertawa dan bereaksi dengan orang sekitarnya.  Dan syukur alhamdulillah akupunkturpun bisa di-reimburse ke asuransi yang kami punya.
Look at her now 🙂
Khadeeja 2mo   Khadeeja 2,5mo   Khadeeja - 3mo
Khadeeja 4mo21 Mar 2014
Usia : 4 bulan 3 hari
BB : 6040gr
PB : 59cm
LK : 41cm
Alhamdulillah Deeja sudah semakin gembira dan sehat, perkembangannya baik.  Deeja juga sangat sadar kamera, jadi mengambil foto Deeja menghadap kamera tidak terlalu sulit.  Untukku, tapping off domperidone alias penurunan dosis obat sudah dimulai, namun akupunktur masih lanjut 3x seminggu.  Mudah-mudahan aku bisa lanjut menyusui hingga Deeja berusia 2 tahun.  Sekarang yang aku khawatirkan sudah bukan gagal tumbuh lagi, tapi gimana caranya Deeja bisa tengkurap sendiri sedangkan mengangkat kepala saja masih sering malas.  Perkembangan anak memang tidak ada habisnya ya… 😀
Special thanks to : dr. Gracia dari AIMI yang sudah menghubungkan AstRiDhO dengan dr. Asti Praborini, yang sudah menjadi perpanjangan tangan Allah untuk membantu Deeja dan ibunya melewati masa sulit dalam menyusui.  Semoga Allah membalas jasa dr. Asti, dan lebih banyak lagi bayi-bayi yang terbantu melewati masa sulit dalam proses menyusuinya.  Amin YRA.
Advertisements

30 Responses to “Perkembangan Deeja Pra dan Pasca Frenotomi”

  1. Dian Risnayati Says:

    Alhamdulillah… Good job strid…
    Boleh crita jg yaaaa
    Anak gw khansa jg dulu lip tie. Dr asti jg yg nanganin. Udah grade 4 jg wktu itu. Lgsg di incisi dan alhamdulillah stlh itu pkbangannya meningkat.
    Ketahuannya pas di bulan ke dua, cm naik 450 gr, krn di bulan ptama naiknya masi bagus 800 gr. Sama dr di rs di jatinegara udh disuruh kasi sufor segera.
    Alhamdulillah berkat bekal pengetahuan kelas laktasi pra dan pasca, udh say no duluan utk tmbahan sufor. Lgsg searching internet utk masalah kurang berat badan utk bayi. Untungnya temen gw pnah crita anaknya ada tounge tie n lip tie dan di tangani dr asti di kmc, lgsg deh tu mluncur kesana. Alhamdulillah lgsg ke detect masalahnya yaitu lip tie grade 4. Ditanya dr asti, mau di incisi, apa mo cari tau dl. Tp krn udh tau pgalaman temen anaknya di incisi, lgsg setuju utk di incisi. Divideoin jg tu cara ngenyot asi dia sblm dan ssdh incisi. Dr asti smpt mnta videonya utk bahan dia mmberikan info ke pasiennya dan utk dia ngajar.
    Stlh proses incisi masi di pantau kenaikannya seminggu, dua mnggu dan sbulan. Alhamdulillah skrg bb dan pkmbgannya normal.
    Knp bb khansa di bulan ptama naiknya cukup bagus, tp di bulan k2 ngga pdhal ada lip tie, tnyata krn asupan susunya mencukupi utk baby umur sbulan, tp bgitu dia mulai gede, udh ga mncukupi lg. Dia jg kl malemnya bgun terus dan nyusunya lama bisa ampir sejam. Dan puting waktu itu udh ga karuan, ngoles salep mulu deh krjaannya saking sakitnya.
    Numpang ingetin ke new moms jg ya trid:
    Asi is the best for baby pastinya. Allah yg lgsg kasi itu melalui ibunya. Smua ibu yg melahirkan, pasti bisa menyusui anaknya. Udh kodratnya bgitu. Cm pgetahuan ibunya yg trbatas, menyebabkan gagal prose menyusui. Krn itu, bekali pengetahuan yg cukup, krn menyusui itu klo bener awalnya, akan mudah dan murah slanjutnya :). Ikut kelas aimi di usia kehamilan 7 bulan bareng suami sgt membantu membekali pengetahuan, baca juga buku AYAH ASI, itu bagusss bgtt, dan wajib dibaca suami. Oya, dukungan suami itu yg utama, krn dia adalah yg paling utama utk nolak pemberian sufor oleh rs, pelaksanaan imd yg benar, dan pemberian dot, scara sang ibu suka lupa klo lg baby blues.
    Oya trid, nanti pas mo makan, konsul dulu yaa ke klinik laktasi di kmc, wah bgunaa bgt…. Beda deh sama cara ibu kita jaman dulu. Dan ini sesuai bgt sama WHO.
    Anak ku Khansa skrg udh umur 14 bulan, dan masi full asi. Tetep mompa di kantor.
    Ok trid, istiqomah nyusuin smpai 2 tahun yaaa. Insya allah bisa 🙂

    • Astrid Says:

      Diaaaannnn…. grade 4 juga ternyata liptie nya yaaa. Senang denger Khansa perkembangannya baik dan bisa full ASI. Kapan sebaiknya ke sentra laktasinya? Menjelang 6bulan apa dari sekarang2?

      • Dian Risnayati Says:

        Klo gw kmrn pas 5 bulan trid. Jd abis imunisasi, gw konsul ttg mpasi. Sama dr gina. Baik orgnya, dia ngasi pin bb nya jg. Jd bs nanya jg lwt bb klo ada yg krg jelas.
        Jgn beli buku2 mpasi yg di toko2 dulu yaa, hehehe beda pahamnya soalnya.
        Larangan utama adalah tepung g*s*l :), makanan blender. Yg bole dikasi makanan kukus dan disaring. Ok strid, slmat brjuaang 😉

      • Astrid Says:

        Glad to meet you here, Dian! Gw rencananya bulan depan pas suami pulang mau belanja buat persiapan MPASI. Baru mulai nge-list yg dibutuhkan. Kalo gitu ntar aja setelah konsul bulan depan pas 5bln deh. Thanks a buncchhhh 🙂

      • Dian Risnayati Says:

        Iya trid nti aja stlh konsul blnjanya. Glad to meet you to trid n ur welcome… 😉 gw slalu smgat klo ngomongin asi dkk… Hehhehe

    • Bulqis Says:

      Mba dian boleh minta emailnya mba ? Anak sya juga LT ..
      Mau sharing2 masalah ini..

  2. nurlaila Says:

    Sama seperti kasus yang ada pada sy sekarang dan sekarang sy lg berjuang untuk menaikkan berat badan anak sy. Sy mohon info dokter asti praborini praktek dmn n posisi sy ada di surabaya.

    • Astrid Says:

      Hai Mbak Nurlaila.
      Dokter Asti praktek di Jakarta. Di Kemang Medical Care dan RS Puri Cinere. Maaf kalau Surabaya saya tidak tau informasinya

  3. Eva Says:

    Mba astrid frenotominya tongue tie n lip tie ?? Anakku jg kemaren diindikasikan tongue tie n lip tie tp ak gak tega buat ambil tindakan insisi… dokter anaknya jg nyaranin suruh k KMC dulu.. ke dr. Asti..

    • Astrid Says:

      Hai Mbak Eva.. Iya Deeja frenotomi untuk lip tie dan tongue tienya. Aku sudah pernah tau mengenai frenotomi sejak hamil, jadi setuju untuk dilakukan segera. Demi Deeja bisa dapat ASI yang cukup.

  4. renta Says:

    apakah yang dimaksud dengan suplementasi, deperindone dan akupunktur. mohon dijelaskan ya mba. ohya setelah baca postingan ini saya baru perhatikan gigi seri atas anak saya itu jarang dan ada sprt pemisah di tengah.

    • Astrid Says:

      Hi, suplementasi maksudnya pemberian tambahan susu, bisa asi donor ataupun formula, tapi dengan menggunakan selang kecil supaya tidak bingung puting.
      Domperidone itu nama obat mual yang efek sampingnya bisa meningkatkan produksi asi. Tentunya dalam dosis yang dipantau dokter, ya.
      Kalau akupunktur itu yang sering kita dengar dengan tusuk jarum, terapi yang menstimulasi titik-titik tertentu di tubuh.

  5. rahmi Says:

    Mbak Astrid, supplementary yang diberikan ke Deeja apakah asi donor a tau sufor? Kalau asi donor bolehkah dishare tips tips dan saran memilih mendapatkan dan menjadikan siap minum ke Deeja?

    Bayi laki-laki saya, persis kasusnya dengan Deeja, tp saya masih belum pede pakai asi donor, jadi supplementary nya msh pakai sufor.

    Mohon saran, terima kasih

  6. reza Says:

    Selamaaat mbak astrid~ seneng ngeliat anaknya bisa jadi gemuk gitu 🙂
    Ini anak pertama kami sekarang baru aja selese melakoni insisi LT dan MT. Soalnya untuk LT termasuk yang butuh penanganan segera.. mbak astrid.. tanya dong mbak.. abis insisi, apakah mbak deeja langsung bisa minum asi langsung dari payudara? Atau deeja make nangis2 dahulu? Ini deesa (anak kami.. btw namanya mirip yah 🙂 ) masih rewel nyusu langsung nih.. baru di insisi di usia 4 bulan 12 hari..
    best regards~

    • Astrid Says:

      Hai Deesa.. sama dong sama Deeja nggak mau langsung nyusu 🙂 Malam pertama setelah diinsisi, ibunya nggak tidur karena Deeja nangis terus. Siang berikutnya alhamdulillah sudah mulai lancar menyusunya, malamnya sudah bisa tidur nyenyak. Semoga habis ini Deesa lancar menyusunya :*

      • Winda Says:

        Assalammu’alaikum mba Astrid, salam kenal. Hari ini anakku baru di frenotomi siang tadi. Sekarang rewel terus, ga mau nyusu langsung. Apa karena masih sakit barangkali ya? Setelah frenotomi, anaknya perlu dikasih obat ga mba untuk penyembuhan lukanya? bisa minta no telp mba Astrid tdk? Saya mau tanya2 lbh jauh. Terima kasih banyak infonya ya mba. Oh iya, anak saya usinya pas 1 bulan hari ini.

      • Astrid Says:

        Waalaikum salam mbak winda, saya sudah kirim email ya. silahkan dicek atau nanya2 lagi juga boleh

  7. Devina Natalia Says:

    Halo mbak, boleh tanya2 ttg tongue tie dan lip tie? Anak saya jg kena tongue tie tipe 2. Agak ragu buat insisi krn kasian rasanya. Bisa email ke saya? terimakasih sebelumnya

  8. Nia Says:

    Assalamu’alaykum. Mba astri, anak saya juga lg program suplementasi dengan dr. Asti krn liptie n tonguetie. Deeja waktu itu berapa lama ya mba suplementasinya? Pernah sedikitkah naiknya setelah suplementasi itu? Trims ya mba.

    • Astrid Says:

      Waalaikum salam, Mbak Nia.
      Saya sudah agak lupa Deeja berapa lama suplementasinya. Sekitar 2 bulan sepertinya. Yang sedikit naiknya apa ya mbak? Kalau berat badan, alhamdulillah selalu naik. Tapi kalau dosis suplementasinya tidak pernah naik

  9. Aish Says:

    Halo mba astrid,, di kmc akupuntur dgn dr siapa? Knp lama sekali program akupuntur nya mba? Saya di puri cinere hanya disuruh 7x..

  10. Dini Says:

    hai mbak astrid… aku juga sama persis kasusnya sama denganmu,,, boleh minta nomor telp mu? email ke dienifauziah@gmail.com aku mau konsultasi nanya2 perihal tongue tie dan lip tie ini,,, tq ya mba,,,

  11. Bulqis Says:

    Assalamu’alaikum mba astrid ..
    Anak sy jga LT mba .. boleh minta emailnya mba? Mau sharing2 mengenai hal ini..

    • Astrid Says:

      Waalaikum salam mba. Silakan ke shyntyastri@yahoo.com

      • Windy Says:

        Mba astrid salam kenal, maaf mba mw tanya, berhasilnya relaktasinya? Anak sy ngamuk kl pake selang, pake sendok, pipet, cup feeder g mw, akhirnya pakai dot. Baru ketahuan kl tongue tie dan td akhirnya d frenotomi. Senam lidah jg kan mba? Brp x sehari? Itu sufornya infatrini atau apa mba?

      • Astrid Says:

        Hi Mbak Windy,
        Alhamdulillah Deeja berhasil relaktasi dan menyusu sampai usia 2 tahun. Sufornya saya lupa merk apa. Senam lidah seingat saya sesering mungkin, karena saya nggak pernah berhasil menjalankan satu rangkaian dalam satu waktu. Jadi dicicil setiap anaknya tenang.

        Awal relaktasi pasti akan ada masanya anak ngamuk, tapi kalau konsisten pasti bayi cepat adaptasi. Malam pertama relaktasi, kami berdua nggak tidur sama sekali karena anak ngamuk semalaman. Semangat ya 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: