Home

Dari Taman ke Taman

May 5, 2014

Aku baru sadar kalau lebih dari setahun terakhir jarang sekali ada keriaan di blog ini.  Isinya bikin capek terus, padahal hadirnya Deeja sungguh kebahagiaan tak terkira bagi AstRiDhO.  Tapi kali ini, dan semoga posting-an berikutnya isinya hal-hal menyenangkan.

Mas Idho sedang off duty sejak akhir April lalu.  Di tengah-tengah kehebohan mengurus rumah yang sudah hampir selesai dibangun, kami menyempatkan untuk liburan ke Bandung.  Karena ada Deeja, kami agak malas untuk mengajak Deeja keliling FO ataupun wisata kuliner sampai perut mau meledak seperti biasanya.  Kami memang nggak terlalu suka dan nggak mau membiasakan Deeja ke mall atau sejenisnya.  Karena follow @ridwankamil yang sekarang udah jadi walikota Bandung, aku ter-update mengenai program-program kota yang salah satunya menjadikan Bandung sebagai Parijs van Java seperti dulu.  Yang paling menarik untuk AstRiDhO : taman-taman kota yang sudah dirapikan.  Akhinya bisa keliling taman di negeri sendiri!

H HotelDari mulai memilih hotel, kami mau yang banyak pohonnya.  Mas Idho bosen lihat gurun, jadi pengen lihat yang hijau-hijau.  Awalnya terpikir Padma, tapi kok rasanya malas gendong Deeja naik turun tangga saat keliling hotel.  Akhirnya memutuskan untuk menginap di H Hotel yang lebih kecil.  Dekat dengan Babakan Siliwangi juga, jadi adem. Sejauh ini kami puas dengan hotelnya.  Pagi hari tinggal buka pintu, Deeja bangun karena dengar suara burung dan jangkrik yang lumayan keras.  Bisa berjemur pula karena balkon kamar menghadap timur.  Turun sarapan juga disuguhi pemandangan menyejukkan seperti gambar di samping.  Kurangnya cuma satu : berisik kendaraan di jalan raya terdengar jelas, karena hotel ini memang terletak di dekat Simpang Dago yang sangat ramai.  Malam pertama Deeja sering terbangun kaget saat ada kendaraan yang bersuara keras.  Malam ini sih udah tenang 🙂

Taman Pustaka BungaDari sekian banyak taman yang sudah dirapikan, kami cuma mengunjungi sedikit saja karena Deeja keburu ngantuk.  Taman pertama yang didatangi : Taman Pustaka Bunga yang ada di Jl Cilaki.  Tadinya kukira isinya bunga-bungaan, ternyata bunganya cuma sedikit sekali.  Taman ini lebih seperti perpustakaan hidup.  Setiap pohon ada namanya, beberapa pohon ada penjelasannya juga.  Seperti yang biasa kita lihat di Kebun Raya Bogor lah.  Di sini kami bertemu beberapa orang yang jogging.  Jadi inget waktu lagi di Vondelpark :p

Karena dekat dengan Taman Lansia, kami juga masuk ke sana.  Banyak orang tua yang memanfaatkan taman ini untuk olah raga.  Sayangnya taman ini mulai kotor.  Ada beberapa gepeng yang sepertinya tinggal di situ, juga beberapa pedagang makanan.  Jadilah sampah pun betebaran.  Ada jalur bebatuan yang bisa dimanfaatkan untuk refleksi.  Setelah melihat seorang kakek yang nampaknya menikmati berjalan di atas batu refleksi itu, Mas Idho ikut jalan di atasnya.  Belum satu keliling sudah meringis, hahahaha….

Taman FotografiAku lagi kangen bolu ketan hitam, akhirnya meluncurlah kami ke Prima Rasa di Kemuning.  Ternyata taman dekat situ juga sudah dirapikan menjadi Taman Fotografi.  Ada ‘kamera’ yang bisa dipanjat anak-anak, ada pameran foto yang dipajang di tengah taman, dan ada klub fotografi yang sedang berkumpul di situ.  Seperti juga taman lainnya, banyak anak muda yang asik dengan gadgetnya.  Iya wifi gratis udah ada di hampir semua taman.  Senang lihatnya.  Selama ini kami cuma bisa iri saat bisa jadi fakir wifi di luar negeri.  Di Bandung, taman dengan wifi gratis bukan cuma mimpi!  Ada taman tematik juga seperti Taman Lansia dan Taman Fotografi ini, jadi orang yang memiliki kesamaan minat bisa berkumpul dengan mudah.

Deeja gimana?  Nampaknya sih menikmati.  Matanya sibuk melihat-lihat pohon dan bunga, juga orang-orangnya.  Kakinya juga sibuk menendang-nendang saat digendong hadap depan, tanda Deeja tertarik dengan sekitarnya.  Malah dapat teman baru saat di playground Taman Fotografi.  Kalau dibiarkan, pasti sudah terjadi kenalan ala Deeja : pegang rambut teman baru, lalu tarikk!! hahahahha.. Deeja baru mulai gelisah saat di Prima Rasa.  Bosan nampaknya, dan mulai ngantuk juga.  Jadilah aku dan Deeja di mobil, dan Deeja akhirnya tertidur saat menuju Dago.

baca bukuKegiatan berikutnya ya kruntelan aja di kamar bertiga, juga jalan-jalan di sekitar hotel.  Dua hari ini Bandung hujan kalau sore, bikin ngantuk. Tidur jadi pengisi waktu yang paling menyenangkan.  AstRiDhO baru bangun dengan rasa malas yang luar biasa setelah Deeja sibuk menarik-narik baju kami minta diajak main.  Pas Mas Idho baca buku, Deeja juga nggak mau kalah 😀  Mudah-mudahan besok masih sempat ke taman yang lain sebelum pulang, setidaknya ke Babakan Siliwangi deh yang tinggal nyebrang 🙂       

Advertisements

2 Responses to “Dari Taman ke Taman”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: