Home

Belajar Etika Sedari Kecil

June 17, 2015

Deeja at playgroundSelama di London dan Edinburgh, AstRiDhO banyak menerima bantuan dari sekitar.  Saat naik bus atau di tube station yang tidak ada eskalator atau elevator, selalu ada orang yang menawarkan bantuan untuk mengangkat stroller.  Bahkan ada yang tanpa basa-basi langsung mengangkat stroller dari peganganku dan langsung pergi sebelum aku sempat berterima kasih.   Di dalam tube juga banyak yang menawarkan kursi walaupun bukan di tempat prioritas, hanya karena aku mendorong stroller.  Perlakuan ini tidak selalu kuterima saat berada di Istanbul.

Orang Inggris memang terkenal sangat sopan.  Itu sepertinya sudah menjadi budaya mereka, yang memang sudah diajarkan sedari kecil.  Saat di kereta menuju Edinburgh, Deeja diajak main oleh anak bule sekitar usia TK dan SD kelas 2.  Pada akhirnya aku mengajak ngobrol kedua anak itu.  Ada satu kesempatan, aku salah bicara.  Struktur kalimat berantakan.  Mereka dengan sopannya re-phrase kalimatku untuk konfirmasi, dan menjawab pertanyaanku.  There’s no such a grammar nazi.

Saat di playground, kalau Deeja sedang eksplorasi mainan tertentu yang tidak bisa sharing, anak lain akan sabar menunggu atau pindah ke mainan lain tanpa mengganggu Deeja.  Saat Deeja sudah di atas perosotan, Deeja tidak berani langsung meluncur.  Biasanya memang Deeja diam beberapa saat untuk mengumpulkan keberanian dulu.  Saat itu, ada anak laki-laki yang juga ingin meluncur.  Tapi ibunya menyuruh anak itu menunggu Deeja.  Mengantri sudah dibiasakan sedari kecil.  Walaupun Deeja diam agak lama, anak itu tetap disuruh menunggu giliran.  Bahkan saat sudah ada 3 orang di belakang Deeja, semua anak-anak tertib menunggu (dengan sedikit resah 😉 ).  Bahkan ada satu anak laki-laki yang diceramahi ibunya karena TERLIHAT tidak sabar.  Baru terlihat loh, belum melakukan sesuatu yang mengganggu.

Berbeda sekali dengan yang dialami Deeja di Jakarta.  Pernah Deeja sedang mengumpulkan keberanian untuk meluncur, ada anak yang melewati Deeja sampai Deeja agak tersudut.  Kulirik, orang tuanya diam saja.  Ada juga yang pernah menyuruh Deeja turun dari ayunan dengan kasar, mbak pengasuhnya hanya berteriak mengingatkan.  Tentulah tidak berani memarahi anak majikannya.  Bahkan bullying sudah dilakukan oleh beberapa toddler.  Deeja pernah didorong hingga jatuh, dipukul kepala dan badannya.  Baru usia satu tahunan, lho!  Akibatnya, Deeja selalu takut saat bertemu dengan teman baru, dan selalu dalam posisi siaga.

Saat kuperhatikan, beberapa teman Deeja yang kasar itu dibesarkan sebagai raja. Semua kebutuhannya dilayani, dan anak itu menjadi pusat perhatian di rumah.  Jadi saat bertemu dengan orang lain, kebiasaan ingin dilayani dan diprioritaskan itu terbawa.   Bahkan ada anak 2 tahun yang memang diajari oleh ayahnya untuk memukul temannya.

Aku sendiri sudah membiasakan Deeja untuk mau mengantri baik saat di playground, di kasir, dan di tempat lain.  Membuat mengantri menjadi seru adalah tantangan untukku.  Aku juga masih bertahan untuk tidak menyuruh Deeja balas memukul anak yang kasar, karena di usia 1,5 tahun aku yakin Deeja belum bisa memilah mana yang harus dipukul karena memang kasar dan mana anak yang tidak boleh dipukul.  Di usia sekarang ini, secara alami Deeja sedang senang memukul apapun, termasuk ibunya sendiri yang sering jadi sasaran, jadi aku mau konsisten untuk mengalihkan Deeja ke hal lain selain memukul.

Itu baru soal mengantri dan menghargai hak orang lain.  Belum tentang buang sampah di tempatnya, sopan santun, dan sejuta etika lain.  Ah, mengerjakan pe-er mendidik anak memang banyak tantangannya ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: